Feeds:
Posts
Comments

Masa Muda

Tebak, saya yang mana ya? Hmmm..

Advertisements

Ishlah?

Jamaah ini harus mampu merangkul segala hasrat kaum Muslimin, mencakup masalah salafiyah, shufiyah, fiqih, politik, perang, harta, apapun, dalam nisbah tertentu. Mengapa? Karena itulah yang dibutuhkan umat Islam dewasa ini. Oleh karenanya, segala hal yang membawa kebaikan pada Islam, telah terhimpun dalam jamaah.

Bukankah ahli fiqih yang apabila tidak melihat kaedah fiqih dalam jamaah, maka ia akan memandang rendah pada jamaah?

Itulah, mengapa sifat menyeluruh (syumul) memang harus kita dalami ketika mencari ilmu. Ikhwah, be right on the right track. Jangan hiraukan segala iri hati, fitnah dan tipu muslihat, toh dari jaman Nabi Adam hal tersebut sudah lumrah.

Jadi, revolusi jamaah? Hmm, mulai yuk dari diri sendiri. Bismillah.

-Hasan al Banna, Sayyid Quthb, Sa’id Hawwa, jazakumulloh.

DANIINGENIAPEPISALMAAZKAABIikbalnopi

 

Line 1

Dani, tuan kecil di kelas. Serba bisa, paling cepat mengerti, kadang suka tantrum.

Inge si imut, aktif, provokatif, menggemaskan. Nomor satu kalau lomba marathon dan tangkap bunglon.

Nia yang paling sering merajuk dan nemplok ke pundak saya. Hobinya teriak dan mengedip-ngedip kalau ada maunya.

Line 2

Pepi, si ceriwis yang paling mungil namun sudah jadi ketua genk di kelas.

Salma si ramah yang sensitif dan menganggap dirinya sudah 17 tahun..

Azka, ikhwan paling cool kalau pagi hari. Kalau sudah siang? Ngga jamin deh.

Hasby mungil -si penurut- yang selalu memberikan Moring-Kiss-and-Hug untuk saya

 Line 3

Ikbal, si kinestetik yang hafalannya paling bagus.

Nopi yang cantik dan begitu bersemangat dalam belajar.

Semoga kalian menjadi anak2 sholih/ah generasi Qur’ani. Semoga kalian semua benar2 jadi penyejuk hati dan mata bagi siapapun yang melihatnya. Semoga kunci2 surga di kalian bisa mengantarkan seluruh orang2 di sekitar untuk dapat menikmati sukses yang sesungguhnya. Amin, ya Robbal ‘alamin. I love you, kids.

Entah sudah berapa kali sahabat saya memanaskan telinga ini dengan hujatan2 pedasnya. Saya pun tidak bermaksud mencari pembelaan atas diri saya dan membuat seakan2 saya butuh ‘suaka’.

Semua berawal dari statement beliau yang mengatakan saya termasuk penganut Syirkul Akbar. Nau’dzubillahi min dzalik. Saya yang cuma simpatisan salah satu parpol ini dibilang musyrik. Keluar dari Islam. Masya Allah. Saya cuma bisa berdoa dan memohon ampunan Allah jika sekiranya tingkah saya maupun teman2 lain sudah menyinggungnya begitu dalam.

Dan intimidasi itupun berlanjut setelah tadi pagi, ia mengirim short message yang menyebut2 kami adalah kaum munafik karena tidak mau mengusung syari’at Islam.

Sudah syirik, masa munafik?

Ah, saya tidak mau berpolemik-ria dan menghabiskan stok kata2 baik serta etika untuk beretoris dengannya. Hanya saya ingin share, bahwa tidaklah benar jika ada penolakan syari’at Islam. Namun sekali lagi, mohon koreksi saya, khilafah Islamiyah bisa terbentuk jika banyak negara2 Islam mempunyai kesamaan visi global untuk menjalankan world order based by Islam. Sekali lagi, bukannya tidak mau bernegara Islam, bukan. Menurut saya, syarat terpenuhinya negara Islam adalah pertama harus dibibit dari individu islami. Individu muslim tadi akan membentuk rumah dan keluarga islami. Kemudian, bangsa muslim. Setelah bangsa muslim terbentuk, maka harus lahir pemerintahan Islam. Dari pemerintahan2 Islam tadi maka akan terbentuk kepemimpinan Islam tingkat dunia yang mengatur dan mengurus negara-negara Islam, menghimpun umat Islam, berjuang mengembalikan kejayaan Islam, mengembalikan tanah-tanah kaum Muslim yang telah dirampas dan negara-negara mereka yang direbut secara paksa. Kemudian mengibarkan bendera jihad dan panji dakwah Islam sehingga dunia merasakan kebahagiaan dengan ajaran-ajaran Islam. (eramuslim). Jadi, tidak bisa top-down system…

Namun, Indonesia?? Memang, mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam, meski setiap dasawarsa mengalami penurunan jumlah yang signifikan, namun hey berapa sih yang memang bangga dan menjalani syari’at Islam yang benar? Lha wong persepsi Islam di setiap kita berbeda. Banyak hal kecil yang dibesar2kan. Banyak hal besar yang terlalu dibuat semakin besar. Contohnya, fatwa merokok versi Islam. Kaedah hijab dan cadar pun masih banyak yang ngga (dan sok) mengerti.

Berangkat dari situ, setahu saya, IM yang baru saya habiskan buku2nya, hadir sebagai suatu manhaj yang menekankan bahwa dakwah harus dilakukan di segala lini. Dengan cara yang baik. Dalam kasus ini, tidak ada yang bohong-membohongi, saling tipu, apalagi munafik. Na’udzubillah.. Hanya dengan hikmah wal mau-izhoh hasanah. Termasuk soal dukungan terhadap capres,

[NB: Check this taujih: “Dinul Islam tidak semata-mata diturunkan melainkan untuk kemaslahatan semesta. Apabila kemaslahatan untuk semua orang tidak dapat dicapai, maka perintah syara’ adalah agar mengupayakan kemaslahatan yang lebih besar. Ketika dalam hidup kita harus memilih antara dua perkara yang jaiz atau halal, tetapi tingkat atau dampak kemaslahatannya tidak sama, maka pilihan harus dijatuhkan kepada yang dikalkulasi lebih besar maslahatnya.”]

Jika memang peranan itu harus dilakukan, maka bismillah.

Sahabat, ketika banyak yang tidak begitu kita mengerti, bertanyalah. Jangan2, kredibilitas keilmuan dan keikhlasan kita yang kurang? Entahlah. Allohu a’lam.

Tukar apanya, Bu?

Siang, panas, waktunya pulang. Raihan bergegas memakai sepatunya. Namun, belum sempat melangkah, Raihan keburu ditegur. Pasalnya, Raihan salah pakai sepatu, yang kiri untuk kaki kanan, yang kanan di kaki kiri.

“Raihan sayang, coba lihat sepatunya salah pakai. Ayo lepaskan sepatunya, ditukar, kemudian pakai lagi dengan benar”

Raihan pun menjawab: “Yang ditukar apanya, Bu? Kakinya atau..?”

Doa ini dilantunkan oleh K.H. Rahmat Abdullah pada Deklarasi Partai Keadilan, di Lapangan Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, 09 Agustus 1998, yang diiringi oleh tetesan air mata hadirin.  

Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya.

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami. Rukunkan antar hati kami.
Tunjuki kami jalan keselamatan.
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang.
Jadikan kumpulan kami jama’ah orang muda yang menghormati orang tua.
Dan jama’ah orang tua yang menyayangi orang muda.
Jangan Engkau tanamkan di hati kami
kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman.
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan,
pengkhianatan dan kedengkian

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar.
Wahai yang menyambung segala yang patah.
Wahai yang menemani semua yang tersendiri.
Wahai pengaman segala yang takut.
Wahai penguat segala yang lemah.
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah.
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran.
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak.
Engkau Maha Tahu dan melihatnya.

Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu.
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu.
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur.
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus.
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami.
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami,
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara.
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana pada kami.
“ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih”

Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu.
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu.
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu. Adil pasti atas kami keputusan-Mu.
Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu. Dengan semua nama yang jadi milik-Mu.
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu.
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu.
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu.
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib.

Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur’an yang agung
sebagai musim bunga hati kami.
Cahaya hati kami.
Pelipur sedih dan duka kami.
Pencerah mata kami.

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh
dari taufan yang menenggelamkan dunia.
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim
dari api kobaran yang marak menyala
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa
dari kejahatan Fir’aun dan laut yang mengancam nyawa
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa
dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam
dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat,
pasukan sekutu Ahzab angkara murka Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus
dari gelap lautan, malam, dan perut ikan
Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami
dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami
Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami.
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri.
Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba
dan nabi-Mu Muhammad SAW di padang mahsyar nanti.
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu
yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu.
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab.
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi
yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami,
ummati ummati, ummatku ummatku.
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan
semua kekayaan demi perjuangan.
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera.
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan

Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu
Engkau kirimkan kepada kami da’i penyeru iman.
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala.
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da’wah.
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran.
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini kepada generasi berikut kami.
Jangan jadikan kami pengkhianat
yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini.
Dengan sikap malas dan enggan berda’wah.
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa.

Quote of the Day

Merendahlah,

engkau kan seperti bintang-gemintang

Berkilau di pandang orang

Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi

Janganlah seperti asap

Yang mengangkat diri tinggi di langit

Padahal dirinya rendah-hina

 

(Rahmat Abdullah)